27.8 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024

Hilirisasi Menuju Net Zero Emisi Oleh Suzuki Indonesia

Automoto – Suzuki Indonesia optimis dapat mencapai target milestone untuk mereduksi karbon sesuai visi Suzuki Global dan pemerintah Indonesia yang juga menargetkan reduksi emisi hingga 41% di tahun 2030.

Untuk mencapai target itu, Suzuki konsisten menyediakan produk rendah emisi dan ramah lingkungan, serta proses produksi yang memperhatikan aspek pelestarian alam yang sekaligus untuk mencapai target reduksi karbon dalam jumlah yang lebih besar pada tahun 2060.

Selain teknologi hybrid dan desain mesin yang rendah emisi, Suzuki Indonesia telah fokus membangun sistem produksi pabrik yang ramah lingkungan terhitung sejak tahun 2020 lalu.

Berbagai upaya ini diaplikasikan dengan strategi yang unik, memperhitungkan kondisi geografis sebagai negara kepulauan tropis dan kekayaan alam yang sesuai untuk mendukung agenda besar terhadap lingkungan ini.

Pabrik Suzuki Indonesia di Cikarang. Automoto.id/Suzuki

Joshi Prasetya, Dept. Head of Strategic Planning PT SIS, mengungkapkan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini memang berfokus pada target reduksi karbon.

“Suzuki Indonesia saat ini sangat fokus mengkaji dan menjalankan beragam strategi untuk mencapai target reduksi karbon perusahaan di tahun 2060 mendatang,” buka Joshi kepada wartawan di Jakarta (23/1).

Baca Juga : Suzuki Tutup Tahun 2023 Dengan Catatan Penjualan Positif, XL7 dan New Carry Jadi Primadona

Joshi juga memaparkan, beberapa langkah terintegrasi yang dikerjakan Suzuki dapat dilihat lewat produksi kendaraan yang ramah lingkungan dan rendah emisi, kegiatan CSR dan Peduli Pendidikan yang menjangkau dan mengedukasi banyak siswa daerah di Indonesia, maupun implementasi reduksi karbon di seluruh pabrik Suzuki.

Menekan Emisi Karbon dari Hulu ke Hilir

Pada tahap awal, Suzuki Indonesia menjalankan Suzuki Green Procurement Guideline, yaitu panduan peraturan dan kesepakatan atas pengujian dan pengawasan vendor.

Pada tahapan ini, Suzuki memastikan seluruh vendor yang menyuplai bahan produksi memiliki landasan hukum akan komitmen penjagaan lingkungan, dan bebas dari 30 bahan kimia berbahaya yang sudah disahkan secara global.

Hingga tahun 2023, Suzuki Green Procurement Guideline telah mengawasi 464 vendor aktifnya, agar konsumen yakin dan tenang seluruh produk Suzuki Indonesia aman untuk digunakan dan telah berstandar global.

Selain itu, Suzuki juga menargetkan setiap vendor untuk mengurangi 5% emisi di keseluruhan proses produksinya setiap tahun, dimulai dari tahun 2024.

Mereduksi Penggunaan Energi pada Proses Produksi

Sejak tahun 2020 hingga 2023, Suzuki Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi penggunaan energi pada setiap proses produksi melalui metode Kaizen.

Di tahun ini dan kedepannya, Suzuki menargetkan beberapa inisiatif diantaranya dengan upaya green energy, yaitu upaya penanaman tanaman sebagai ekosistem yang menunjang mitigasi perubahan iklim dengan penyerapan dan penyimpanan karbon biru yang dapat mengurangi emisi di berbagai wilayah Indonesia.

Green Electricity

Yaitu penerapan teknologi yang digunakan di pabrik Suzuki, salah satu yang utama adalah pemanfaatan solar panel di beberapa titik pabrik Suzuki sebagai sumber energi listrik terbarukan.

Selain itu, Suzuki juga akan menerapkan konversi energi dengan penggunaan water boiler yang memungkinkan pemanfaatan ulang energi panas yang dihasilkan dari proses pengecatan kendaraan.

Baca Juga : Suzuki New Carry Rajai Penjualan Retail Kendaraan Komersial di 2023

Proses painting merupakan penyumbang karbon terbesar dalam proses produksi kendaraan jika dibandingkan dengan proses lainnya. Proses painting atau pengecatan menyumbang kurang lebih 50% karbon dalam proses produksi kendaraan.

Kendaraan Rendah Emisi

Upaya Suzuki Indonesia tersebut juga turut diimbangi dengan hasil produk akhir dalam bentuk kendaraan rendah emisi dan lebih ramah lingkungan, seperti pada pada mobil, sepeda motor, dan mesin tempel kapal Suzuki.

Implementasinya berupa penggunaan teknologi hybrid yang terbukti mampu menekan angka emisi gas buang.

Teknologi itu diaplikasikan pada mobil Suzuki Ertiga, XL7 dan Grand Vitara. Sementara pada produk OBM (mesin motor tempel-boat) dan motor, Suzuki memaksimalkan penggunaan mesin 4 stroke yang lebih rendah emisi.

Daur Ulang Sampah Produksi

Sebagai rangkaian akhir proses produksi, pabrik Suzuki Indonesia mengumpulkan limbah yang dihasilkan selama proses produksi, seperti baterai tidak terpakai, pasir bekas produksi, kaca, keramik, kayu, potongan metal, dan sampah lainnya, kemudian memastikan limbah produksi tersebut melalui proses daur ulang oleh pengelola limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.

Dalam tiga tahun terakhir, Suzuki berhasil mencatatkan lebih dari 9,000 ton sampah yang disalurkan untuk didaur ulang, guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

“Suzuki Indonesia percaya bahwa reduksi karbon merupakan aspek krusial untuk masa depan bangsa kita,” cetus Joshi.

“Visi inilah yang mendorong kami untuk terus mengerjakan seluruh strategi reduksi karbon maupun konversi energi terbarukan dalam proses produksi, dan harapannya dapat mencapai taraf smart factory yang netral karbon di masa mendatang.”

“Suzuki Indonesia berkomitmen untuk terus berinovasi dalam industri otomotif nasional maupun global, dan menjadi agen penggerak untuk masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutup Joshi.

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

- Advertisement -

Popular Articles

automoto.id We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications