28.4 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024

Setelah Motor Dipakai Touring Jarak Jauh, Periksalah Bagian Ini

Setelah dipakai untuk pejalanan jauh, ada kemungkinan motor yang dikendarai tidak lagi dalam kondisi prima setelah melumat berbagai kondisi jalanan selama touring.

Automoto – Touring jarak jauh dengan sepeda motor kini jadi salah satu kegiatan menyenangkan untuk mengisi waktu libur panjang bersama teman. Selain bisa menikmati segarnya hembusan udara pedesaan dari atas roda, bikers bisa melintasi jalanan yang sulit dilewati oleh kendaraan roda empat.

Namun ada hal yang perlu diingat, saat kembali dari pejalanan jauh atau touring, sebaiknya pemilik sepeda motor melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum motornya kembali menjadi teman mobilitas sehari-hari.

Pasalnya, ada kemungkinan motor yang dikendarai tidak lagi dalam kondisi prima setelah melumat berbagai kondisi jalanan selama touring. Pemeriksaan secara menyeluruh perlu dilakukan guna mengoptimalkan kembali performa motor.

Baca Juga : Yamaha Lexi LX 155 Diluncurkan, Mesinnya Sekelas Nmax

Dikatakan Antonius Widiantoro, Asst. Manager Marketing – Public Relation, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, bagi mereka yang memanfaatkan momen libur untuk berpergian jarak jauh sehingga membuat kendaraan bekerja lebih ekstra, sangat perlu untuk melakukan pengecekan dan perawatan yang tepat terhadap kendaraanya sebelum kembali memulai rutinitas harian.

“Karena kondisi motor yang prima merupakan salah satu faktor penunjang keselamatan dan kelancaran dalam berkendara,” ucap Anton.

Untuk itu, Anton memberikan tips perawatan dan pengecekan sepeda motor bagi para pemilik kendaraan selepas menempuh perjalanan jarak jauh.

“Bagi konsumen pengguna sepeda motor Yamaha, beberapa tips perawatan ini dapat lebih mudah dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi My Yamaha Motor dan juga Y-Connect,” tegas Anton.

Berikut tips pemeriksaan dan perawatan sepedamotor setelah digunakan untuk perjalanan jarak jauh :

  1. Membersihkan Motor

Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh pengendara selepas menempuh pejalanan jarak jauh adalah membersihkan motor dari kotoran yang menempel, seperti debu, tanah dan juga minyak.

Karena kotoran tersebut berpotensi menghambat kinerja komponen kendaraan atau bahkan membuatnya cepat rusak dan berkarat.

Baca Juga : Yamaha Lexi LX 155 Resmi Meluncur, Ini Keunggulan Yang Ditawarkan

  1. Cek Oli Mesin

Penting melakukan pemeriksaan atau pengecekan oli mesin, baik itu volume, kekentalan, maupun warna oli itu sendiri.

Oli mesin yang masih layak pakai biasanya memiliki tekstur cairan yang masih kental dan berwarna bening serta volume-nya tidak berkurang sesuai standar yang ditentukan oleh pabrikan. Idealnya penggantian oli dilakukan setiap 3.000 kilometer atau per 3 bulan (sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan).

Cara melakukan pengecekan kualitas oli mesin dapat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan stik yang menyatu pada tutup oli, atau jika pengendara menggunakan sepeda motor Yamaha yang sudah dilengkapi dengan fitur konektivitas, dapat lebih praktis lagi karena pengecekannya bisa dilakukan via aplikasi Y-Connect.

  1. Cek Aki / Battery

Komponen lain yang perlu dilakukan pengecekan adalah aki atau battery untuk memastikan kondisinya tidak lemah atau rusak, sehingga fungsi kelistrikan sepeda motor bekerja dengan baik, termasuk fungsi starter engine untuk menghidupkan mesin.

Pengecekan aki dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti meraba permukaan body aki dan memastikan tidak menggembung yang mengindikasikan bahwa kondisi aki sudah mulai rusak. Lalu gunakan juga voltmeter untuk memantau voltase aki motor yang pada kondisi normal berada dikisaran angka 12,4 volt.

Baca Juga : Yamaha WR155R 2024 Diluncurkan, Tawarkan Warna dan Grafis Baru

Jika ingin lebih praktis, pengecekan voltase aki juga dapat dilakukan dengan melihat indikator voltase aki yang tertera di speedometer, atau melalui aplikasi Y-Connect khusus pada sepeda motor Yamaha yang sudah dilengkapi dengan fitur konektivitas.

  1. Cek Filter Udara

Komponen filter udara juga dinilai perlu untuk dilakukan pengecekan setelah berkendara jauh. Pasalnya, jika filter udara kotor dan tidak segera dibersihkan, maka tarikan motor akan terasa berat dan dalam kasus yang lebih parah bisa membuat mesin motor menjadi tersendat.

Hal ini tentunya juga akan berdampak pada konsumsi bahan bakar yang menjadi tidak efisien.

Cara melakukan pengecekan filter udara cukup mudah, pemilik kendaraan hanya perlu membuka box filter udara dengan obeng. Biasanya, penggantian filter udara dilakukan setiap 12.000 – 15.000 kilometer atau per 12 – 15 bulan pemakaian.

  1. Cek Kampas Rem

Saat melintasi perkotaan dengan kondisi lalu lintas yang padat, pengendara akan sering melakukan pengereman. Hal ini tentu membuat kinerja rem menjadi lebih berat yang berimbas pada menipisnya kampas rem depan maupun belakang.

Indikasi kampas rem yang sudah mulai menipis dan perlu diganti ditandai dengan beberapa hal seperti suara berdecit saat mengerem, tuas rem menjadi lebih dalam dan volume minyak rem yang berkurang.

  1. Cek Kinerja Suspensi

Pasca perjalanan jauh yang melewati berbagai kondisi medan, sangat mungkin membuat kinerja suspensi motor menjadi tidak lagi optimal.

Beberapa cara pengecekan mudah yang dapat dilakukan untuk memastikan kondisinya masih layak pakai adalah dengan melihat tampilan selongsong tabung suspensi.

Jika terlihat ada bekas lecet dan berminyak yang disertai debu menempel, ada indikasi suspensi motor mengalami masalah seperti terjadinya kebocoran oli suspensi. Jika demikian, segera bawa sepeda motor ke bengkel resmi terdekat untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

  1. Cek Kondisi Ban

Ban juga menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor yang harus dilakukan pengecekan, mengingat fungsinya yang begitu vital dalam menopang beban motor dan menjaga traksi kendaraan ke permukaan jalan.

Hal yang perlu dicek dari ban sepeda motor adalah kondisi fisik, dimana tidak adanya sobek, retak, lubang, maupun aus atau botak.

Terkait dengan keausan ban, salah satu cara pengecekannya bisa dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) yang berbentuk benjolan kecil pada celah Kembangan ban. Posisinya ditunjukkan oleh tanda panah di sisi ban. Jika permukaan ban sudah menyentuh atau sejajar dengan benjolan tersebut, artinya karet ban sudah menipis dan perlu diganti.

Selain itu, perhatikan pula tekanan anginnya apakah sudah sesuai dengan standard yang disarankan oleh pabrikan. Jika langkah-langkah tersebut dirasa sulit untuk dikerjakan sendiri, maka bawalah ke bengkel terdekat.

 

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

- Advertisement -

Popular Articles

automoto.id We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications