26.5 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024

Cara Negara Jepang Mengatasi Kemacetan  Lalu Lintas

Automoto – “Bukan Jakarta kalau tidak macet” ya kalimat tersebut sering kali kita dengar  saat kita mendiskusikan tentang kemacetan jalan, dan kalimat tersebut sepertinya sudah menjadi jargon bagi masyarakat indonesia.

Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa penyebab terbesar kemacetan salah satunya adalah meningkatnya volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan fasilitas dan sarana tranportasi umum yang memadai, artinya jika tidak ingin terjadi kemacetan pilihannya adalah dengan kebijakan mengontrol secara baik tentang peningkatan volume kendaraan serta memperbaiki sarana transportasi umum.

Ditinjau dari keterbatasan lahan yang ada, khususnya dikota-kota besar yang padat populasinya lalu langkah-langkah kebijakan apa yang harus dilaksanakan untuk bisa menghindari dan mengurangi tingkat kemacetan? 1 di Jakarta pernah diberlakukan kebijakan “3 in !” di Jalan dan waktu tertentu, khususnya di wilayah pusat bisnis  mulai pukul 7 pagi hingga 10 pagi dan di jam 4.30 hingga 19.00, kebijakan ini memang sedikit berdampak namun masalah lain muncul dengan adanya banyak Joki 3 in one, dan kebijakan 3 in one ini dihentikan pada tahun 2016. kemudian kebijakan itu diubah dengan pemberlakuan “Ganjil genap” dan Electronic Road Pricing (ERP) system.

Nah sahabat automoto, lantas bagaimana dengan negara Jepang dalam mengurangi masalah kemacetan lalu lintas, berikut beberapa cara yang telah dilakukan negara sakura ini: 

  1. Pembatasan Tingkat emisi pada kendaraan pribadi

Setiap kaca depan mobil di Jepang ditempeli sticker sertifikat Lulus Uji Emisi dengan batas masa berlaku yang sudah ditentukan, jika lewat masa berlakunya maka polisi berhak untuk melakukan penilangan, uji emisi diakukan setelah 3 tahun pertama setelah membeli mobil, kemudian setiap dua tahun sekali dilakukan pengujian.

Uji emisi ini dilakukan oleh perusahaan swasta yang telah mendapatkan sertifikat dari pemerintahan, hasil uji emisi berupa data tingkat emisi yang dikeluarkan oleh mobil serta daftar suku cadang yang harus diganti, setelah mendapatkan keterangan suku cadang apa yang harus diganti maka sertifikat tersebut baru bisa diberikan kepada pemiliknya, sedang biaya uji emisi ini terhitung mahal sampai ada yang biayanya melebihi harga mobil baru, nah pada saat itulah orang-orang jepang berpikir lebih baik dibuang saja dan membeli mobil baru, dengan begitu pertambahan 1 mobil baru diimbangi dengan berkurangnya 1 mobil lama sehingga jumlah mobil yang berdar tetap konstan. 

2. Pengaturan Pajak

Di Jepang semakin tua sebuah mobil yang dikendarai maka pajaknya semakin tinggi, hal ini mengacu pada tingkat emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan, semakin tua semakin tinggi pula tingkat emisinya sehingga cednerung berkonstribusi pencemaran udara, oleh karenanya pemerintah Jepang menaikkan pajak mobil tua, sehingga orang-orang lebih memilih beli mobil baru tinimbang bayar pajak yang tinggi.

lantas mobil-mobil lama atau tua tersebut dikemanakan? mobil lama yang masih bagus biasanya dijual dengan harga murah dan sipembeli siap membayar pajak yang tinggi, sedangkan mobil tua yang kondisinya jelek dihancurkan dan di recycle dan sipemilik dikenakan biaya penghancuran.

3. Harga Parkir yang mahal

Untuk parkir di apato (apartemen orang jepang) biaya perbulannya biasanya mencapai 20.000 hingga 25.000 yen Sekitar 1.500.000 – 2.500.000 an perbulan. jika parkir ditempat-tempat umum seperti mall, bandara dan lain-lain, biasanya parkir menggunakan sytem coin yang dihitung perjam, satu jam 200 yen bila dikonversikan ke rupiah sekitar 21.000 an, pun demikian ada juga tempat-tempat yang gratis parkir seperti di restoran-restoran kecil, departement store dan lain lain.

4. Biaya Tol Mahal

Di Jepang diperlakukan saat melewati jalan tol dengan biaya sekitar 900 yen hingga 1000 yen atau sekitar 10.000 rp, jika jaraknya jauh biasayang melewawit 2 sampai 3 pintu gerbang tol, bila sehari membayar tol sampai 10.000 yen jadi mereka harus membayar tol sekitar 1 juta rupiah untuk biaya tol nya saja.

5. Sarana transportasi umum yang baik 

Dari semua uraian diatas point 5 inilah yang memang menjadi kuncinya, saran transportasi umum seperti bus dan kereta api layananya sangat baik, nayaman, aman, informatif dan selalu tepat waktu, harga tiketnyapun relatif murah membuat orang-orang jepang cenderung memilih menggunakan transportasi umum tinimbang kendaraan pribadi, keberangkatan kereta setiap 5 menit sekali dan tepat waktu. 

Di stasiun, didalam kereta, di internet atau handphone penumpang bisa dengan mudah mengakses informasi rute, jarak tempuh, kedatangan, harga tiket yang diperlukan, biaya naik kereta yang paling jauh yaitu kereta Odakyu-line dari stasiun shinjuku tokyo sampai enoshima harga tiketnya sebesar 610 yen atau sekitar 65.000-an jauh lebih murah dibanding naik mobil pribadi.

Nah kesimpulannya untuk membatasi volume kendaraan cara yang dilakukan adalah dengan meningkatkan biaya operasional penggunaan mobil pribadi yang hasilnya bisa dijadikan pendapatan negara, dan membuat sarana transportasi umum yang lebih baik, nyaman dan teratur dengan catatan kedisiplinan setiap individunyapun harus kommit.

Sekarang ini Jepang sedang mengkampanyekan metode baru yaitu transit-oriented development khususnya diwilayah urban kota Tokyo dengan peningkatan infrastruktur sistem export strategi yang telah diformulasikan sejak tahun 2013 dengan alokasi dana investasi sebesar 30 triliun yen.

BACA JUGA

Latest Articles

- Advertisement -

Popular Articles

automoto.id We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications