27.8 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024

Perjalanan Alvin Bahar Jadi Pebalap Mobil, Sopir Keluarga Sampai Dipecat

Automoto – Karir di dunia balap antara anak dan ayah, Avila Bahar dan Alvin Bahar,  sama-sama memiliki cerita yang “tidak mulus” di awal karir.

Alvin Bahar sempat kucing-kucingan dengan sang ayah demi bisa latian dan menjadi pebalap mobil profesional.

Lebih-lebih jadi pembalap mobil, membawa mobil sendiri saja ia harus mengambil risiko besar dimarahi sang ayah. Terparah, sopir keluarganya sampai dipecat gegara ketahuan kalau Alvin Bahar menggantikannya untuk membawa mobil.

“Saya tidak langsung disupport papa untuk menjadi pembalap. Bahkan sopir papa diberhentikan, ketika tahu saya menggantikan dia dengan saya yang nyopir,” ungkap Alvin Bahar pada Talk Show Motorsport di hall C1 JI-Expo Kemayoran Jakarta, Jumat (16/2).

“Saya ikut latihan balap mobil di Sirkuit Ancol, juga tanpa sepengetahuan dia,” sambungnya.

Pada Talk Show Motorsport kolaborasi Mobilinanews dan PT Dyandra Promosindo (penyelenggara IIMS 2024) tersebut, Alvin melanjutkan, rupanya mendiang sang ayah Aswin Bahar mendengar jika putranya mulai mahir di lintasan balap dan menjadi yang tercepat.

Alvin Bahar dan Avila Bahar

“Sampai suatu ketika, pas latihan di sirkuit Ancol, tiba-tiba ada yang mendekati mobil saya dan hampir bisa melakukan overtake (mendahului). Rupanya, pembalap tersebut adalah papa,” ungkap Alvin.

Setelah itu, Alvin yang kini menjadi pembalap mobil dengan rekor terbanyak sebagai juara nasional dengan 13 kali (11 kali bersama Honda Racing Indonesia) mulai mendapat perhatian dan dukungan dari Aswin Bahar yang saat itu dikenal sebagai pembalap kelas wahid dan pemilik sekolah balap ASDC.

Ternyata, pengalaman itu juga berlaku kepada Avila Bahar putra Alvin, meski dengan cara yang lebih soft.

Meski Avila sering ikut Alvin ke sirkuit untuk latihan maupun maupun kompetisi, Avila mengaku tidak diminta sang ayah untuk ikut latihan balap. Tidak pula diarahkan mengikuti jejak menjadi pembalap.

“Waktu kecil, saya memang lebih suka main sepeda atau yang lain. Tapi tiap hari ketemu dan bersama papi, lama-lama penasaran juga dengan balap mobil,” kenang Avila.

“Saat itu umur 11 tahun, ketika saya bilang sama papi ingin ikut latihan balap mobil. Setelah itu, saya disupport dengan dibelikan Honda Brio,” terang Avila.

Hampir 2 tahun, Avila digembleng latihan. Saat memasuki umur 13, Avila mulai diikutkan balapan.

“13 tahun memang menjadi batas awal boleh ikut balap mobil. Karena belum bisa mendapat SIM (Surat Izin Mengemudi). Asalkan, ada surat jaminan secara tertulis dari orang tuanya,” timpal Alvin.

Tidak langsung menang. Avila pun harus memulai balapan dengan hasil P10, P8, P5, P3 dan seterusnya hingga akhirnya bisa raih podium juara.

Apakah Avila bisa masuk tim pabrikan Honda karena faktor Alvin? Ternyata tidak, dan Alvin cenderung untuk mendahulukan pembalap lain saat PT Honda Prospect Motor memintanya untuk melakukan seleksi pembalap baru HRI empat tahun lalu.

“Saya diminta Honda untuk memilh 5 pembalap untuk diseleksi. Saya berikan 5 nama, tapi dibalikkin oleh Honda. Minta 5 nama lagi, saya kasih lagi. Saat itu Honda nanya, kok dari 5 nama itu tidak ada nama Avila?” kenang Alvin saat ditanya oleh tim HPM.

“Saya bilang, saya nggak mau nyodorin anak saya. Saat ditanya apakah Avila kalah cepat dibanding 5 pembalap, saya bilang tidak,” beber Alvin.

Dari cerita ini, bisa digambarkan tidak ada prestasi yang diraih dengan mudah. Termasuk Avila (21 tahun) yang telah meraih 3 trofi juara nasional, dan Alvin dengan 13 piala juara nasional.

“Dengan umur Avila yang sekarang, bisa jadi rekor saya akan dikejar olehnya,” pungkas Alvin.

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

- Advertisement -

Popular Articles

automoto.id We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications