29 C
Jakarta
Thursday, July 25, 2024

Tsuta Ramen Jepang, Sajikan Ramen Terenak dan Ikonik Di dunia

Sebuah rumah makan Ramen sederhana yang berada di kesibukan kota yang padat, berkumpul para pelanggan setia ditemani asap uap yang beraroma gurih dari kaldu yang menggugah selera, itulah arti sebenarnya dari ramen.

Automoto  Bangku-bangku yang tertata miring dan orang-orang yang keluar masuk rumah makan ramen, suara dentingan mangkuk beradu dengan sumpit para pelanggan yang keroncongan karena lapar, menikmati sajian ramen dari rumah makan ini,

Rumah makan ini bukanlah ruamah makan ramen yang mewah, atau suasana yang santai, nakun tidak peduli hari apapun, semangkuk hidangan Jepang yang lezat ini selalu menyegarkan.  

Makanan khas Jepang bernama ‘Ramen” ini sudah lama dianggap sebagai makanan pinggir jalan bagi mereka yang sedang mabuk dan juga bagi para pekerja yang super sibuk, dan untuk varian ramen Instant nya dikenal sebagai makanan pokoj bagi para mahasiswa yang tidak punya uang banyak, makanan ini memang tidak terlalu mewah, tetapi pada tahun 2015, ramen mendapatkan anugerah  bintang Michelin pertamanya.

Salah satunya adalah Tsuta Ramen, salah satu warung makan yang mendapatkan penghargaan, awalnya rumah makan ini berada di Sugamo, warung makan ini walau kecil dan sederhana namun banyak pengunjungnya, karena menyajikan berbagai macam ramen yang unik, terinspirasi oleh cita rasa masakan jepang tradisional serta masakan Italia dan Sichuan.

Rumah makan ini dijalankan oleh tuan Yuki Onishi, seorang koki yang produktif, dengan bakatnya Ia menggabungkan rasa yang langka dan bahan-bahan khusus. sayangnya pelanggan dan Tim kerjanya sangat terpukul setelah mendengar kabar kematiannya pada bulan September 2022 baru lalu, Ia wafat diusia yang ke 43 tahun, meski Tsuta Ramen mungkin tidak akan pernah sama lagi rasanya tanpa Yuki onishi, namun sampai sekarang masih terus exist dan terus berkembang.

Yuki onishi dikenal sudah melakukan penelitian selama berbulan-bulan sebelum menyajikan menu baru, mempelajari menu baru dengan metode try and error, satu porsi ramen Tsuta harganya sekitar 1000 yen hingga 2000 yen.

Dan sekarang ini Tsuta Ramen berlokasi di kawasan Yoyogi-Uehara, dan beberapa cabang lagi berada di luar negeri, rumah makan ini selalu dicintai oleh penduduk setempat dimana rumah makan ini berada. terbukti dari lamanya menunggu dari antrian para pembeli untuk menikmati satu mangkuk ramen yang ikonik ini orang tidak segan-segan bersabar untuk antri. yuki Onishi dipuji sebagai orang yang jenius dibalik salah satu ramen terbaik didunia. 

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

- Advertisement -

Popular Articles

automoto.id We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications