29 C
Jakarta
Thursday, July 25, 2024

Pertamina dan Toyota Bangun Stasiun Pengisian Hidrogen Untuk Transportasi

Dengan infrastruktur dari hulu ke hilir yang dimiliki, Pertamina jelas paling siap untuk mengembangkan ekosistem hidrogen untuk transportasi.

Automoto – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) berkolaborasi dengan Toyota untuk mengembangkan ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia.

Dalam groundbreaking hydrogen refueling station (17/1) di SPBU Daan Mogot, dihadiri oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro, dan President Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto, serta Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Kedua pihak sepakat bahwa dalam membangun ekosistem tersebut tidak hanya penting menyiapkan infrastrukturnya melainkan juga kerja sama dengan konsumen untuk memastikan tingkat permintaan.

Baca Juga : Pertamina Pantau Ketersedian dan Distribusi BBM dan Gas Melalui PIEDCC

“Pertamina harus jadi yang terdepan dalam melakukan inovasi, kita jangan jadi followers kalau mau bisnis energi bersih,” ujar Basuki Tjahaja Purnama dalam sambutannya.

“Saya harap kerjasama ini terus berlanjut antara Pertamina dan Toyota, agar ekosistem hidrogen ini terus berkembang di Indonesia,” tambahnya.

Senada dengan Ahok, Nicke menegaskan bahwa Pertamina telah teruji sangat berpengalaman dalam sektor bahan bakar kendaraan. “Dengan infrastruktur dari hulu ke hilir yang kami miliki, Pertamina jelas paling siap untuk mengembangkan ekosistem hidrogen untuk transportasi,” ucap Nicke.

Di tambah lagi, lanjut Nicke, kolaborasi dengan Toyota ini menjadi langkah yang sangat tepat untuk mempercepat terciptanya ekosistem ini.

Groundbreaking hydrogen refueling station ini menjadi salah satu milestone dalam membangun ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia. Namun tidak kalah penting, dalam menciptakan ekosistem adalah berkolaborasi tidak saja di sisi hulu tapi di sisi hilir.

Baca Juga : SUV Listrik Berbasis Toyota Urban SUV Concept Akan Diluncurkan Awal 2024

Untuk itu Pertamina bekerja sama dengan Toyota yang telah memproduksi fuel cell electric vehicle, Toyota Mirai, yang nantinya akan melakukan pengisian hidrogen di HRS.

Dikatakan Dannif, hadirnya hidrogen sebagai bahan bakar transportasi diyakini akan memperkuat ketahanan energi, di mana masyarakat pengendara kendaraan bermotor ke depan tidak hanya memiliki pilihan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik saja tapi juga hidrogen sebagai alternatif bahan bakar.

Pertamina RNE pun berharap, semakin cepat dan banyak terbangun infrastruktur akan membantu mempercepat penciptaan pasar serta terbentuknya ekosistem di Indonesia.

Dalam kolaborasi itu, kedua entitas tersebut akan bersama-sama memastikan mekanisme pengisian yang cepat, efisien dan aman. Stasiun pengisian ini diharapkan akan menjadi contoh bagi proyek serupa di masa mendatang.

Baca Juga : Ultra Fast Charging Spot Toyota Mulai Beroperasi di Bantul dan Aceh

SPBU Daan Mogot akan menjadi integrated energy refueling station pertama di Indonesia di mana akan menyediakan tiga jenis bahan bakar dalam satu stasiun pengisian, yaitu BBM, gas, serta hidrogen.

Melalui konsep High-Speed Hydrogen Refueling Station, HRS ini nantinya akan mampu melakukan pengisian hidrogen dengan skala komersial dengan waktu pengisian kurang dari lima menit.

Dannif mengatakan, Pertamina NRE memiliki aspirasi tidak hanya menjadi pemain domestik tapi juga melayani pasar ekspor hidrogen pada tahun 2031 – 2040.

Hidrogen menjadi salah satu portfolio bisnis hijau masa depan Pertamina dan Indonesia sangat berpotensi menjadi pemain utama sektor ini di tingkat regional.

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

- Advertisement -

Popular Articles

automoto.id We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications